Senran Kagura Reflexions

Senran Kagura Reflexions

Listadicibo.web.id – Apa pemain yang belum pernah mendengar nama Senran Kagura sebelumnya? Terlepas dari apakah Anda secara terbuka mengakui bahwa Anda adalah penggemar atau bahkan menyangkalnya tetapi masih lebih memperhatikan waralaba s128 Marvelous, keberadaannya benar-benar sulit untuk diabaikan. Apalagi jika Anda menyukai serial animasi Jepang dengan karakter wanita yang memiliki desain sensual. Karena ia ingin diakui atau tidak, sensualitas sebenarnya merupakan bagian integral dari nama Senran Kagura. Sesuatu yang masih mereka bawa untuk seri terakhir, yang sejak diperkenalkan, diklaim dirancang khusus untuk sakelar Nintendo.

Sudah tersedia terlebih dahulu untuk pasar Jepang dan akhirnya tersedia di pasar Barat dengan proses translasi untuk teks saja dan tidak audio, Senran Kagura Reflexions akhirnya tersedia untuk gamer Nintendo Switch yang penasaran dengan apa yang ia tawarkan. Marvelous memang mendesain game ini khusus untuk Switch dengan motivasi mendemonstrasikan apa yang bisa dilakukan kontroler unik konsol hybrid ini – Joy-Con dalam bentuk gameplay dan visual khas Senran Kagura. Anda bisa melihatnya selayaknya sebuah “versi berbeda” dari 1-2 Switch, game yang memang didesain oleh Nintendo untuk melakukan hal tersebut. Dengan harga yang terjangkau, kami memutuskan untuk ikut melompat masuk.

Kesimpulan
Maka dengan apa yang ia tawarkan, maka jelas bahwa apa yang berusaha dicapai oleh Marvelous dengan Senran Kagura Reflexions akhirnya berujung mengakar hanya pada sensualitas dan ragam aksi sugestif Asuka saja. Untuk urusan yang satu ini, mereka melontarkan kerja keras yang optimal, dari desain kostum menggoda, efek tembusan saat Anda menggunakan semprotan air, pemilihan percakapan, cerita, hingga sekedar intonasi voice acts yang siap untuk membuat hati Anda bergetar. Jika yang Anda cari adalah sebuah game dengan fan-service di tingkat tertinggi, terutama jika Anda menggemari seri Senran Kagura, maka ini adalah sebuah seri yang tepat.

Baca juga : Metro Exodus

Namun di satu sisi, sulit rasanya untuk tidak kecewa bahwa gembar-gembor yang selama ini digemborkan bahwa game ini akan menawarkan sensasi HD Rumble yang maksimal berujung tidak terbayarkan manis. Hampir di semua bagian “permainan” yang ada, sensasi yang Anda rasakan di tangan tidak lebih dari getar biasa saja. Tidak ada akurasi dan representasi sensasi yang serupa dengan kualitas 1-2 Switch misalnya, sesuatu yang sebenarnya “potensial” untuk game seperti ini. Konten yang terbatas juga pantas dipertanyakan, walaupun terhitung rasional mengingat harga game basisnya yang terhitung terjangkau.

Dengan semua daya tarik dan kelemahan tersebut, sepertinya jelas pasar seperti apa yang disasar oleh Senran Kagura Reflexions ini. Anda bisa menjadikan “Menguji HD Rumble” sebagai alasan untuk membungkus motivasi utama Anda mengapa Anda tertarik memijat karakter ninja wanita yang masih muda dengan visualisasi ala karakter anime yang kental ini.

Kelebihan

  • Fan-service super maksimal
  • Cerita yang cukup untuk membuat Anda tersenyum

Kekurangan

  • Konten terbatas
  • Cerita tidak bisa dibilang, masuk akal
  • Sensasi HD Rumble yang lemah
  • Gameplay repetitif

Cocok untuk gamer : mata keranjang, pencinta Senran Kagura

Tidak cocok untuk gamer : yang mengharapkan sensasi HD Rumble yang seharusnya, takut neraka

Metro Exodus

Metro Exodus

Listadicibo.web.id – Sangat disayangkan bahwa diskusi mengenai salah satu game yakni idnplay yang diantisipasi pada tahun 2019 ini harus didominasi oleh pertanyaan kebijakan komersial, sebuah kesalahan yang beberapa minggu sebelum rilis. Padahal sebelumnya, hampir semua percakapan yang berkaitan dengan namanya selalu penuh dengan harapan dan harapan besar tentang masalah, tidak hanya untuk kualitas visual, tetapi juga untuk kelanjutan cerita yang memancing rasa ingin tahu. Itu benar, kita berbicara tentang Metro Exodus dari 4A Games. Sekuelnya, yang akan didasarkan pada seri Metro 2035, siap membawa kita ke arah baru, sesuatu yang lebih besar, lebih luas, dan lebih tegang daripada apa yang ditawarkan pada dua seri sebelumnya. Sekarang datang kesempatan untuk mencoba game ini.

Kami sendiri memilih PC sebagai platform gaming untuk menjajal game yang satu ini. Seperti yang bisa Anda prediksi, fakta bahwa ia menjadi salah satu game andalan NVIDIA untuk menjual teknologi RTX mereka adalah salah satu motivasi terkuat. Kami sendiri memilih untuk menggunakan ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 untuk proses bermain dan pengambilan screenshot seperti yang bisa Anda nikmati di artikel preview ini. Semua gambar ini diambil dalam resolusi 1080p, setting visual “Extreme” (mentok kanan), dengan fitur RTX “Ray Tracing” hidup dengan kualitas Ultra. Namun sayangnya, untuk alasan yang tidak jelas, kami tidak bisa menghidupkan fitur DLSS yang juga disertakan. Opsi ini terus menerus otomatis mati ketika kami berusaha menghidupkannya.

Kesan Pertama

Sebuah cerita baru yang memungkinkan 4A Games melakukan sesuatu yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya, ini sepertinya kalimat pembuka yang tepat untuk menjelaskan secara sederhana apa yang akan Anda temukan di Metro Exodus ini. Setelah selalu terikat pada kota Moscow dan semua jaringan terowongan bawah tanahnya yang gelap dan mencekam atas nama bertahan hidup, Metro Exodus kini akhirnya “membuka diri”. Plot yang berpusat pada usaha Artyom yang yakin bahwa tempat lain di dunia ini yang bisa dihuni dan bebas radiasi membuat Metro Exodus kini bergerak melewati begitu banyak tempat dengan terrain berbeda-beda. Setelah dua seri sebelumnya, Anda kini akhirnya bisa menjelajahi dunia Metro yang sesungguhnya. Dunia yang berantakan namun di sisi lain, begitu indah di saat yang sama.

Selain penyempurnaan kualitas visual yang dengan teknologi Ray-Tracing terlihat begitu realistis dan fantastis, terutama di beberapa momen dengan tata cahaya yang dramatis, Metro Exodus juga hadir dengan konsep dunia semi open-world di dalamnya.

baca juga : Game Anthem

Alih-alih linear, Anda kini disediakan sebuah lokasi luas yang bisa Anda jelajahi dengan bebas untuk mengumpulkan resource, mendapatkan equipment yang sudah pasti membantu perjalanan Anda selanjutnya, dan ekstra lore soal faksi apapun yang tengah Anda hadapi. Progress cerita bergerak dari satu area ke area yang lain dengan konsep yang serupa. Sejauh ini, ia terasa menyegarkan. Tidak lagi terkunci pada terowongan gelap dan bisa menikmati dunia Metro Exodus yang “seharusnya”, konsep seperti ini memberikan lebih banyak motivasi untuk mengeksplorasinya.

Tentu saja kompleksitas juga meningkat. Sejauh permainan kami saat menuliskan artikel preview ini, kami tidak menemukan lagi konsep toko berbasis peluru sebagai mata uang layaknya seri-seri sebelumnya. Metro Exodus lebih mendorong Anda untuk mengandalkan proses crafting untuk meracik peluru yang Anda butuhkan. Lewat meja khusus yang tersedia di beberapa lokasi, Anda juga bisa menyematkan mod spesifik untuk senjata yang Anda gunakan atau sekedar memasang equipment berbeda seperti armor dan helmet misalnya. Tenang saja, beberapa lokasi permainan masih menuntut Anda memasang topeng gas dengan limitas waktu – mekanik gameplay yang seolah mendefinisikan seri Metro itu sendiri.

Sembari menunggu waktu lebih proporsional untuk melakukan proses review mengingat progress kami yang baru mencapai area ketiga, izinkan kami melemparkan segudang screenshot di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran apa itu Metro Exodus. Terutama di sisi visual dengan teknologi RTX ON berkat dukungan kartu grafis ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 yang kami gunakan.

Game Anthem

Game Anthem

Listadicibo.web.id – Karena tidak ada alasan untuk tidak menunggu rilis, ini bisa menjadi ungkapan yang tepat untuk menjelaskan tentang Game Anthem, sebuah permainan bermain peran yang memadukan rampasan rampasan yang lahir dari tangan dingin Bioware dan EA. Dia memenangkan permainan aksi yang paling dinanti-nantikan di beberapa acara permainan raksasa selama 2018. Dia juga dikelola oleh Bioware Edmonton, pengembang seri trilogi Mass Effect, bukannya Montreal Bioware, yang sekarang telah rusak dan bergabung setelah kasus Mass Effect Andromeda . Itu juga dibangun dengan mesin Frostbite, salah satu mesin yang paling menarik dan optimal secara visual, terutama di PC. Dengan semua kombinasi yang dia suntikkan, tidak mungkin untuk tidak menunggu kehadiran Anthem dan apa yang ingin dia tawarkan.

Terlepas dari fakta bahwa dengan Frostbite Engine ia berhasil terlihat memesona dari segi visual dengan kekuatan cerita khas Bioware yang tetap menarik, game ini terasa seperti sebuah “proyek pembelajaran” bagi Bioware untuk meracik sebuah game loot shooter yang memesona. Berita buruknya? Alih-alih belajar dari Blizzard dengan Diablo 3 dan Bungie dengan Destiny, ia justru menyimpan masalah yang sempat terjadi dengan kemunculan perdana game-game tersebut. Lebih buruknya lagi? Beragam masalah teknis seperti bug dan loading time juga mengacaukan sensasi bermain yang seharusnya, menyenangkan

Baca juga : Mortal Kombat 11

Kesimpulan
Maka apa yang bisa disimpulkan dari Anthem? Bahwa untuk saat ini, ia terlihat tidak ubahnya sebuah istana pasir nan megah yang dibangun di tepi pantai. Ia terlihat begitu indah dan memesona dengan detail yang siap untuk membuat Anda jatuh hati sejak pandangan pertama, namun pada akhirnya, ia dibangun dengan pasir yang mudah retak tersampu ombak. Bentuk dan daya tariknya tidak mampu untuk membungkus banyak kelemahan yang ia miliki, bahkan di level pondasi sekalipun. Pelan tapi pasti, seiring dengan semakin banyak Anda menghabiskan waktu dengannya, Anda mulai memahami bahwa bentuknya yang megah bukanlah cermin kualitasnya yang sebenarnya. Bahwa dengan sedikit guncangan, air, dan dorongan, ia mudah runtuh. Bioware – sang peracik istana pasir ini kini berada di persimpangan jalan.

Bahwa jelas komunitas yang sudah begitu mengagumi dan mencintai istana pasir ini secara lantang terus memberikan masukan bagi sang artisan untuk membenahi dan memperkuatnya. Alasannya? Semata-mata mereka tidak ingin melihat istana pasir nan indah ini hilang tersapu ombak dengan begitu cepat. Namun untuk saat ini, sang artisan terlihat tidak banyak peduli. Tidak hanya karena pondasinya yang lemah saja, tetapi juga karena bahannya sendiri yang tidak sempurna. Ada begitu banyak kerikil besar yang tercampur dalam istana pasir tersebut, membuatnya yang sudah terlihat rapuh sejak awal semakin rapuh. Sang artisan kini tidak hanya harus bertarung melawan istananya sendiri yang mulai runtuh dan kritik para penikmatnya, tetapi juga waktu.

Berdasarkan analogi tersebut, apakah Anthem saat ini menarik untuk menghabiskan waktu dan uang Anda? Jika Anda bisa mendapatkannya via Origin Access yang harganya jauh lebih murah daripada membelinya secara satuan, tentu saja. Tetapi di sisi lain Anda tetap harus bersabar hati dan menelan semua kekecewaan yang bisa terjadi. Namun jika Anda tidak punya akses untuk itu, kami sendiri menyarankan Anda untuk menunggu. Menunggu hingga Bioware menyelesaikan masalah teknis yang ada, menunggu Bioware mengatasi masalah reward yang tidak memuaskan, menunggu Bioware memberikan roadmap konten yang lebih konsisten, dan menunggu Bioware memastikan bahwa mereka siap melakukan apa saja untuk membuat komunitas Anthem tidak tenggelam begitu saja.

Kelebihan

  • Kualitas visual memesona
  • Kelas Javelin yang unik dan berbeda
  • Sensasi menggunakan senjata memuaskan
  • Cerita lumayan keren
  • Sensasi terbang
  • OST yang cukup kuat untuk membangun atmosfer

Kekurangan

  • Penuh bug dan masalah teknis fatal
  • Loot “sampah”
  • Senjata tidak terasa kreatif
  • Reward tidak terasa memuaskan
  • Banyak konten misi yang repetitif
  • Waktu dan jumlah loading time
  • Mekanisme terbang tidak diimplementasikan banyak di sisi gameplay / strategi
  • Jangka waktu konten untuk konsep Games as Service terasa terlalu lama

Cocok untuk gamer: pencinta game dengan konsep repetitif, butuh game multiplayer untuk dimainkan bersama teman

Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan game loot-based shooter yang memuaskan, tidak sabar melihat loading screen dengan waktu yang lama

Mortal Kombat 11

Mortal Kombat 11

Listadicibo.web.id – Apa pemain yang belum pernah mendengar nama Mortal Kombat sebelumnya? Terlepas dari apakah Anda suka game fighting atau tidak, nama ini memiliki popularitas yang tak terbantahkan dalam industri game. Secara konsisten gigih, citranya sebagai game pertempuran yang menonjolkan kebrutalan sebagai titik penjualan utama terus bertahan di generasi konsol. Anda mungkin berpikir bahwa suatu saat, ini akan menjadi membosankan dan tidak akan menarik lagi, terutama mengingat bahwa kekerasan bukan lagi sesuatu yang aneh dalam permainan modern saat ini. Namun Mortal Kombat terus berkembang. Puncaknya sekarang berada di pundak Mortal Kombat 11, yang menerima sambutan positif dari berbagai media, tetapi memicu kritiknya sendiri dari para penggemar.

Seperti kualitas yang sudah mereka perlihatkan di Injustice 2 sebelumnya, ia mengusung sisi presentasi visual yang memesona. Tidak hanya dari detail beragam kostum untuk setiap karakter yang ada, tetapi juga lewat sisi sinematik mode cerita yang kembali layaknya film layar lebar dari tangan Hollywood, lengkap dengan animasi Fatality dan jenis serangan baru – Fatal Blow yang brutal. Namun sayangnya, ada satu masalah sudah terasa sejak awal Anda mencicipinya. Bahwa untuk mendapatkan semua hal yang Anda inginkan di Mortal Kombat 11, Anda harus bersiap untuk melewati proses grinding yang benar-benar berat.

Kesimpulan
Mortal Kombat 11 sebenarnya adalah sebuah seri yang memukau, bahkan pantas disebut sebagai salah satu seri Mortal Kombat terbaik di sejarah panjang franchise yang satu ini. Netherrealm Studios sepertinya memahami apa yang membuat game fighting terbrutal ini begitu dicintai, membuatnya lebih modern dengan kualitas visualisasi memesona yang juga didukung dengan desain memanjakan mata, dari level pertarungan hingga puluhan kostum untuk tiap karakter, serta menghadirkan beberapa inovasi seperti Fatal Blow yang memang signifikan hingga sistem pertarungan grup ala RAID yang secara mengejutkan, ternyata bisa diimplementasikan di sebuah game fighting.

baca juga : Fallen Legion

Namun di sisi lain, sulit rasanya untuk tidak mengakui bahwa mereka juga memuat begitu banyak hal lain yang membuat Anda mengernyitkan dahi. Atas nama untuk membuat waktu permainan Mortal Kombat 11, game fighting ini terasa begitu grindy. Semuanya dikembangkan untuk memastikan Anda berjuang setengah mati untuk meraih setiap item kosmetik, animasi, variasi ikon, hingga gear-gear mantap yang tentu akan mempengarui status dan memperkuat Anda saat memasuki Towers of Time atau bertarung secara online. Semuanya dibangun di atas sistem yang tidak memungkinkan Anda untuk membuka dan mengejar apa yang Anda inginkan untuk karakter yang Anda favoritkan. Modifier yang membuat pertarungan timpang dan tidak masuk akal juga jadi masalah tersendiri.

Tetap di luar kekurangan itu semua, Mortal Kombat 11 tetaplah sebuah seri game fighting dengan mekanik solid yang siap menjanjikan pertarungan yang seru dan berimbang. Cukup untuk membuat para fans lawas Mortal Kombat untuk jatuh cinta kembali.

Kelebihan

  • Kualitas visualisasi memesona
  • Desain kostum dan level yang ada
  • Sistem AI Battle untuk meringankan proses grinding item kosmetik dan gear
  • Mekanik pertarungan memuaskan
  • Group Battle / Tag Team Battle yang keren
  • Fatal Blow dan Fatality dengan brutalitas tanpa kompromi
  • Cerita menarik
  • Waktu gameplay panjang jika Anda ingin mengejar ragam item kosmetik yang ada
  • Konsep Krypt terhitung unik

Kekurangan

  • Grindy
  • Beberapa modifier terasa sangat tidak masuk akal untuk ditundukkan
  • Animasi Fatal Blow terkadang merebut intensitas pertempuran
  • Tidak tersedia shortcut respon di pertempuran Group Battle / Tag Team bersama gamer lain
  • Tidak tersedia secara resmi di Indonesia

Cocok untuk gamer: penggemar Mortal Kombat, yang menginginkan game fighting dengan mekanik yang memuaskan

Tidak cocok untuk gamer: yang mudah pusing melihat darah atau potongan tubuh, tidak senang dengan proses grinding

Fallen Legion

Fallen Legion

Listadicibo.web.id – Industri kreatif mungkin bukan salah satu industri yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Bahwa di tengah-tengah potensi besar itu, tidak banyak bicara dan digunakan sebagai fokus, terutama untuk industri game. Meskipun ada banyak penelitian tentang game lokal yang sudah mulai terbukti berhasil sebagai kekuatan yang tidak bisa diremehkan, baik di bidang platform mobile atau domestik, seperti konsol atau PC. Kami dapat bertemu game seperti Dreadout, Orbiz atau Legrand Legacy. Tetapi ada judul yang berhasil melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh permainan Indonesia lainnya. Benar sekali, berhasil memasuki pasar konsol, lebih tepatnya Playstation 4.

Hampir sebagian besar game racikan developer Indonesia saat ini memang tersedia setidaknya untuk dua platform – mobile ataupun PC. Namun yang dilakukan oleh developer asal Indonesia – Mintsphere dengan game mereka – Fallen Legion memang pantas dihitung sebagai pencapaian tersendiri. Berhasil menjalin kerjasama dengan Sony Interactive Entertainment, game racikan mereka dirilis di dua platform berbeda yang masing-masing darinya, menawarkan perspektif berbeda untuk satu jalinan cerita yang sama. Ada “Sins of an Empire” untuk Playstation 4 dan “Flames of Rebellion” untuk PS Vita. Kami sendiri berkesempatan untuk menjajal Sins of an Empire.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Fallen Legion: Sins of an Empire ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang pantas dibanggakan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot
Baik Sins of an Empire maupun Flames of Rebellions sebenarnya mengusung satu garis cerita yang sama, namun dilihat dari dua perspektif yang berbeda. Sins of an Empire memosisikan Anda sebagai seorang putri kerajaan bernama Cecille. Menemukan ayahnya telah tewas, tampuk kepemimpinan kerajaan kini terletak di pundaknya. Berita buruknya? Ayahnya sendiri tidak meninggalkan Fenumia dalam keadaan yang bisa terbilang “sehat”. Kini Cecille punya tugas super berat untuk memastikan Fenumia tidak runtuh menjadi sekedar nama dan abu.

Ancaman datang dari berbagai arah. Dengan tiada laginya ayahnya yang kharismatik, Cecille harus berjuang memimpin Fenumia yang ternyata, dirudung banyak masalah internal. Intrik politik dalam keluarga dan sosok penting di dalamnya berpotensi untuk menekan kepentingan rakyat-rakyat kecil. Sementara di sisi lain, pemberontakan dan ancaman invasi dari kerajaan yang lain juga terbuka lebar. Berita baiknya? Di bawah bantuan Maurice – sang penasihat yang setia dan bijaksana, Cecille menemukan kekuatan baru yang berbeda. Ia kini ditemani sebuah buku magis bernama Grimoire yang dulu ternyata, sempat menemani sang ayah.

Baca juga : Berperang Dengan Pangeran Diponegoro

Buku yang bisa berbicara tersebut memberikan kesempatan bagi Cecille untuk mengakses ruang energi para prajurit yang sudah tewas dan membawa mereka kembali sebagai “Exemplars”, untuk menemaninya mencapai tujuan utamanya – mengembalikan lagi keanggunan dan ketangguhan Fenumia sebagai sebuah kerajaan. Namun di sisi lain, Grimoire juga membutuhkan asupan energi berupa nyawa manusia di beberapa titik. Mengandalkannya sebagai tumpu harapan, Cecille perlahan namun pasti, mulai menyadari peran Grimoire yang sebenarnya.

Lantas, mampukah Cecille mengembalikan kekuatan Fenumia sebagai kerajaan? Tantangan seperti apa saja yang harus ia hadapi? Siapa pula jati diri Grimoire yang sesungguhnya? Semua pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Fallen Legion: Sins of an Empire ini.

Kesimpulan
Fallen Legion: Sins of an Empire adalah sebuah game RPG yang solid. Bahwa pujian pantas dilayangkan untuknya, bukan karena semata ia merupakan game racikan developer Indonesia saja, tetapi karena Mintsphere berhasil melahirkan sebuah game RPG yang menarik dan memukau, terutama dari sisi gameplay. Dunia fantasi yang diracik tangan dengan pendekatan visual ala Vanillaware menjadi pondasi untuk eksekusi sistem gameplay yang matang, dimana Anda akan merasakan intensitas ala game action di atas mekanik RPG-nya yang super aktif. Desain dunia, monster, hingga musik yang mengalun darinya memperkuat atmosfer fantasi yang ada.

Namun tentu saja, game ini tidak bisa dibilang sempurna. Salah satu keluhan utama mengalir dari sensasi RPG yang terlalu linear. Memberikan kontrol dan kebebasan yang minim bagi gamer memang berhasil membuatnya terasa sederhana, namun sayangnya, juga mencabut beragam potensi hal menarik yang bisa diracik darinya. Minimnya cut-scene juga membuat ceritanya sulit untuk menghasilkan kesan yang kuat dan emosional, terlepas dari tema yang sebenarnya terhitung serius dan gelap.

Namun terlepas dari semua kekurangan yang menyelimutinya, Fallen Legion: Sins of an Empire tetaplah sebuah game racikan developer Indonesia yang pantas untuk dibanggakan. Kami sendiri melihatnya sebagai sebuah pondasi yang sudah begitu kuat dengan harapan untuk sebuah seri sekuel di masa depan dengan penyempurnaan di beragam sisi untuk menjadikannya produk RPG yang “lebih RPG”. Fallen Legion: Sins of an Empire saat ini tersedia untuk Playstation 4 Reg 1 (Amerika Serikat).

LifeAfter

LifeAfter

listadicibo.web.id – LifeAfter, Pernah bermain The Last of Us? Bisa dibilang game ini terinspirasi dari game tersebut dimana Survival menjadi garis besar dari game ini, serta melawan Zombie tentu menu utamanya bahkan di awal game bakal ada scene dimana kalian akan melawan Zombie yang sedang mengejar mobil yang kalian tumpangi tersebut.

LifeAfter ialah game bertema survival dengan mengambil latar di masa depan dengan kehancuran dunia yang terjadi akibat Zombie Apocalypse. Game inipun menganut banyak fitur yang membuat para pemain tidak akan bosan dengan konten-konten yang akan disajikan di dalamnya.

Baca juga : Garena Speed Drifters

Daripada banyak basa-basi nih, yuk disimak ulasan dari Kru KotGa bermain LifeAfter. Ini ialah poin utama game ini, banyak hal yang mungkin belum pernah kalian coba sebelumnya. Di awal game akan banyak memberikan perkenalan fitur-fitur terbaru seperti menebang pohon, menggali batu, memanen tumbuh-tumbuhan disekitar bahkan bertarung. Hal tersebut berguna nantinya untuk mendapatkan sumber daya alam untuk tetap bertahan dalam lingkungan yang benar-benar keras.

Bingung untuk apa saja sumber daya alam yang akan dikumpulkan? Nantinya akan berguna untuk membuat bangunan, senjata, bahkan ammo. Tenang, semuanya akan dijelaskan secara perlahan di game agar para pemain tidak kesulitan untuk mengikuti alur permainan maupun fiturnya.

Bangun rumah sendiri dan membuat senjata
Salah satu poin game survival adalah bertahan dari serangan musuh dan musuh utama dari game ini ialah zombie, nantinya kalian akan diwajibkan untuk membangun rumah dan membuatnya seaman mungkin dari serangan zombie yang memiliki gelombang serangan yang berbeda-beda, bahkan akan ada Lazarov seekor Monster yang berbahaya yang cukup memberikan pertarungan tangguh untuk para pemain.

Membangun rumah sendiri agar tetap solid, dan membangun sebuah balkon agar bisa mengepick zombie dari atas sebelum ia bisa menyerang langsung ke pemain, bahkan semua interior bisa di research dan dibuat jika telah membuka level tertentu.

Pemain sendiri dapat leluasa membuat senjata untuk tetap dapat bertahan walaupun nantinya hanya mendapatkan dua senjata di awal seperti Shotgun dan Rifle. Namun hal tersebut cukup untuk melawan zombie di awal game.

Garena Speed Drifters

Garena Speed Drifters

listadicibo.web.id Garena Speed Drifters, Publisher game asal Indonesia, Garena secara telah merilis game mobile terbaru mereka, Speed Drifter. Game yang sebelumnya telah dibuka masa praregistrasinya ini telah resmi dibuka hari ini, 17 Januari 2019. Garena langsung membuka event khusus untuk menyambut perilisan Speed Drifter hari ini.

Para pemain sudah bisa berkompetisi dengan banyak orang untuk jadi Dewa Balap di Garena Speed Drifter. Selain langsung diberi banyak hadiah, para pemain bisa mengumpulkan aktivitas bermain untuk mengumpulkan Golden Wings Shards yang bisa ditukar dengan sayap emas yang eksklusif. Tambahan Voucher serta Tech Point sangat berguna bagi para pemain baru yang langsung terjun ke arena balap Speed Drifter hari ini.

Baca juga : Cyber Hunter

Speed Drifter sendiri dirilis bersamaan untuk region Indonesia, Singapura, Taiwan, Malaysia, Filiphina, dan Thailand. Kualitas server global yang cukup baik sudah bisa menghubungkan banyak pemain. Buat para Racer, mereka sudah bisa masuk dengan mudah hanya dengan mendaftarkan akun Facebook milik mereka. Ini juga akan langsung menambahkan daftar teman yang sama-sama memainkan game tersebut.

Puluhan sirkuit sudah disediakan oleh sang pengembang. Game balap yang mengutamakan drifting ini memang sangat memikat. Para pemain harus lihai melakukan power sliding agar bisa menambahkan boost untuk melaju lebih cepat. Semakin baik mereka melakukan drifting dan mendahului pemain lainnya, hasil yang diraih akan semakin bagus. Selain mode balapan biasa, ada juga mode item yang interaktif di mana para pebalap bisa melukai para pemain dengan pilihan senjata.

Game online yang bertumpu pada pengembangan karakter ini akan sangat terasa personal. Para pemain bisa mempercantik Avatar mereka serta membuat mobil kesayangan mereka jadi lebih cepat dengan bantuan mods. Dengan tawaran puluhan sirkuit dengan beragam tingkat kesulitan, balapan singkat di Speed Drifter bisa jadi pilihan para penggemar game action racing yang ingin mencoba di platform telepon genggam.

Cyber Hunter

Cyber Hunter

listadicibo.web.id – Cyber Hunter, Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini game dengan genre battle-royale sangat mendominasi, entah di konsol, PC, ataupun mobile sekalipun. Sebut saja game seperti Joker123, PUBG dan Fortnite yang sudah mendulang kesuksesan besar, siapa yang tidak tergiur untuk menawarkan konsep yang mirip?

NetEase adalah salah satu perusahaan game asal China yang belakangan ini sangat gencar merilis game battle-royale. Tidak tanggung-tanggung, sudah banyak game battle-royale yang saat ini telah mereka rilis, sebut saja Rules of Survival, Knives Out, dan juga Survivor Royale. Yang terbaru? Cyber Hunter yang sebelumnya diberinama Project: Battle.

Baca juga : Portal

NetEase tidak menyebutkan bahwa Cyber Hunter adalah game battle-royale pada umumnya atau sekedar fortnite, mereka menyebutkan bahwa Cyber Hunter adalah game dengan genre open-world survival. Faktanya, game tersebut tidak terlalu berbeda pada game battle-royale pada umumnya ketika perilisannya di tahap beta kemarin.

Para pemain akan dijatuhkan dari sebuah pesawat modern, dan turun menggunakan “hoving board” ke sebuah pulau. Setelah turun, para pemain diharuskan untuk mencari perlengkapan serta senjata untuk bertahan hidup. Tentu saja safe area akan semakin mengecil untuk menentukan siapa pemenangnya. Elemen seperti membangun sebuah lantai dan tangga tentu saja ditambahkan.

Salah satu satu elemen yang membuatnya berbeda di Cyber Hunter kamu bisa menggunakan berbagai kendaraan, termasuk mobil canggih yang bisa berjalan di sungai. Karena pada map yang ditawarkan sangat luas, terdapat beberapa pulau yang dipisahkan cukup jauh dengan sungai. Oh ya, para pemain juga bisa “manjat” untuk menggapai bangunan tinggi.

Untuk kualitas grafis yang dimilikinya, kami berani bilang bahwa Cyber Hunter memiliki kualitas di bawah Fortnite Mobile, meskipun sama-sama menggunakan Unreal Engine, bahkan dengan settingan Ultra sekalipun. Ya, mungkin NetEase benar-benar mengincar segmen pemainnya bagi mereka yang tidak bisa memainkan Fortnite Mobile yang terbilang cukup berat.

Bagi kamu yang memiliki smartphone canggih, Cyber Hunter mendukung framerate yang bahkan bisa mencapai 100 FPS lebih. Tapi, semua percuma jika layar smartphone kalian hanya 60Hz, karena akan tetap terasa seperti 60 FPS. Namun setidaknya Cyber Hunter sudah siap untuk kemajuan teknologi smartphone kedepannya.

Ada pilihan karakter, bisa dikostumisasi dengan cukup detail

Jika kamu memainkan game-game seperti Fortnite ataupun PUBG, karakter yang kamu pilih mungkin hanya ada dua pilihan, yaitu berjenis kelamin pria atau wanita dan kostumisasi rambut yang terbilang terbatas. Namun, di Cyber Hunter ada 4 karakter (di versi beta cuma tersedia 2), dengan “jenis” berbeda yang bisa kamu pilih sebagai “base karakter”. Ketika sudah memilihnya, kamu bisa mengkostumisasinya dengan berbagai hal, seperti mengganti bentuk muka, mata, rambut, ataupun warna kulit. Tentu saja semuanya gratis dan tersedia di awal permainan.

Cyber Hunter bisa dibilang memiliki kostumisasi karakter yang sangat lengkap jika dibandingkan dengan game bergenre “battle-royale” pada umumnya, tidak bisa dipungkiri lagi. Nah, ketika selesai membuat karakter, tentu saja untuk memperkeren yang dimiliki, nantinya akan ada berbagai “skin” untuk pakaian dan juga senjata.

Banyak bot di awal

Sepertinya ini bukan rahasia lagi dan memang menunjukkan identitas sebagai sebuah game battle-royale di perangkat mobile. Memainkan game battle-royale di mobile lebih mudah mendapatkan kemenangan dibandingkan memainkan versi PC. . Contohnya, ketika kamu bertemu dengan pemain lain. Pemain tersebut terlihat sangat bodoh sampai-sampai tidak bisa menembakmu sedikitpun, bahkan terkadang hanya berdiam diri ketika kamu memergokinya dari belakang.

Namun, jika sudah memasuki “30 besar” ke bawah, barulah adrenaline para pemain akan di uji dan bertemu sesama pemain lainnya. Ketika sudah rilis resmi nanti dan sudah ada mode “ranked” mungkin para pemain baru akan bisa merasakan game battle-royale sesungguhnya dari awal, karena di tahap beta ini baru ada mode kasual untuk mencicipi permainannya saja.

Kesimpulan
Cyber Hunter digadang-gadang akan “menjenggal” Fortnite dengan menawarkan mekanisme gameplay yang terbilang mirip, namun dengan berbagai polesan tersendiri ala NetEase, hingga kualitas grafis yang lebih ringan. Polesan tersebut hadir dengan kostumisasi karakter yang lebih detail, adanya kendaraan, bisa manjat, hingga map yang lebih luas yang menggambarkan sebagai game bergenre “open-world survival” seperti yang sang developer katakan.

Disisi lain, sepertinya NetEase belum berani keluar dari zona nyaman sang “Fortnite” dengan menawarkan mekanisme gameplay battle-royale yang tidak terlalu berbeda dari para pesaingnya. Namun karena ini masih tahap beta, kami rasa nanti NetEase “seharusnya” akan memoles Cyber Hunter jauh lebih baik lagi.

Daftar Game HP Grafis Terbaik Selain PUBG

Daftar Game HP Grafis Terbaik Selain PUBG

listadicibo.web.id – Daftar Game HP Grafis Terbaik Selain PUBG,  Baru membuka lembaran baru, namun di awal 2019 sudah muncul beberapa game dengan grafis terbaik dan tampaknya bakal masuk nominasi game Android terbaik di tahun ini.

Mungkin Game PUBG sudah terlalu mainstream untuk di review, ternyata masih banyak game android lain yang memiliki tampilan grafis dan gameplay yang baik, kali ini kami akan merangkum beberapa game android dengan grafis terbaik:

Cyber Hunter
HP Android kamu nggak sanggup buat main game Fortnite Mobile? Nggak perlu panik!Kamu bisa coba mainin Cyber Hunter, game battle royale yang nggak cuma bisa nembak-menembak saja. Kamu juga bisa membuat benteng dan kendaraan dengan membangunnya.

Kualitas grafis dan game yang dikembangkan NetEase ini sangat bagus dan hampir setara PlayStation 4, namun terbilang ringan untuk kamu mainkan.Buat kamu yang penasaran dan bosan dengan game battle royale yang biasa-biasa saja, wajib cobain deh!

Developer : NetEase Games
OS Minimal : Android 4.0+
Ukuran : 64MB (belum termasuk data in-game)
Rating (Google Play) 4.3/5.0

Review selanjutnya : Cyber Hunter

Garena Speed Drifters
Hadir dengan membawa genre baru, Garena Speed Drifters menjadi salah satu game yang wajib kamu mainkan di tahun 2019.

Secara gameplay, game balapan yang satu ini bukan hanya soal adu cepat doang! Kamu bisa menggunakan berbagai item, layaknya saat bermain game CTR loh.

Developer : Garena Games Online
OS Minimal : Android 4.0.3+
Ukuran : 33MB (belum termasuk data in-game)
Rating (Google Play) 4.2/5.0

Review selanjutnya : Garena Speed Drifters

LifeAfter
Jika sebelumnya kamu pernah bermain game Last Day on Earth, mungkin nggak butuh waktu lama buat beradaptasi dengan game survival yang satu ini.

Game LifeAfter yang dikembangkan oleh NetEase memberikan kualitas grafis setara game PC atau konsol game, guys. Di sini kamu nggak cuma harus bertahan hidup di dunia pascakiamat, melainkan juga menghadapi gerombolan zombie yang siap menyerang kamu.

Developer : NetEase Games
OS Minimal ; Android 4.0+
Ukuran ; 25MB (belum termasuk data in-game)
Rating (Google Play) 4.2/5.0

Review selanjutnya : LifeAfter

Life is Strange Mobile
Versi mobile dari game PC dan konsol yang dirilis pertama kali pada 2015, akhirnya hadir di smartphone Android. Life is Strange Mobile merupakan game Android terbaik 2019 yang nggak cuma memiliki grafis mantap, tapi juga kualitas story yang nggak main-main yang perlu anda lakukan adalah download sv388 sabung ayam terlebih dahulu di smartphone anda.

Misi utama kamu adalah untuk menentukan jalan cerita selanjutnya dengan memilih berbagai opsi yang tersedia. Sayangnya untuk menikmati versi full kamu harus membayar sejumlah uang.

Developer : SQUARE ENIX Ltd
OS Minimal : Android 6.0+
Ukuran : 35MB (belum termasuk data in-game)
Rating (Google Play) 4.3/5.0

Review selanjutnya : Life is Strange Mobile

Portal

Portal

listadicibo.web.id – Portal, Tahun 2007, Valve sebagai pengembang game legendaris Half-Life membuat sebuah game yang super unik. Game dengan nama Portal merupakan gabungan dari game action first person dan puzzle.

Portal menggunakan metode fisika yang akurat untuk mengatur pergerakan semua benda dan tembakan yang bisa membuat gerbang (Portal). Keunikannya tersebut membuat Portal berhasil menjadi salah satu game terbaik tahun 2007 dan muncul rencana dibuatnya Portal 2. Setelah hampir empat tahun berlalu, Portal 2 hadir dengan perubahan yang segar dan tentunya masih memegang teguh keunikannya, yaitu gerbang dimensi ajaibnya.

banyak melakukan pengumpatan dan membanting stick controllermu.

Baca juga : Torchlight II

Walaupun Portal dan Portal 2 menggunakan engine game yang sama, yaitu Source, tetapi kualitas tampilannya berhasil ditingkatkan cukup jauh. Hal paling mencolok yang terlihat di Portal 2 adalah kemajuan efek fisik yang melompat jauh dibandingkan sebelumnya. Efek tersebut dapat dilihat di berbagai kesempatan, mulai dari lingkungan yang rontok berkeping-keping hingga pergerakan benda yang dipengaruhi gravitasi. Semua terlihat begitu alami dan tidak berlebihan, seperti yang biasanya terlihat di engine Havoc. Kudos untuk engine Source!

Anda tidak mengetahui Portal? Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Portal adalah gabungan dari game action dan puzzle. Jadi, Anda akan menyelesaikan teka-teki yang cukup rumit dengan kamera orang pertama (first person). Mirip seperti ketika Anda bermain game shooter, seperti Half-Life dan Left4Dead. Namun, puzzle yang Anda temui dalam game ini bukan teka-teki membosankan.

Anda akan berurusan dengan manipulasi hukum fisika dengan bantuan sebuah senjata unik bernama “Aperture Science Handheld Portal Device” atau pendeknya Portal Gun. Peluru dari senjata ini bukan berguna untuk menembak musuh, melainkan untuk membuat sebuah portal (gerbang) dimensi yang berhubungan. Anda dapat menembakkan dua jenis portal, yaitu portal biru dan oranye. Benda yang melewati salah satu portal tersebut akan muncul dari portal yang lain.

Bagaimana? Anda masih bingung? Singkatnya begini; tembakkan satu portal, misalnya portal biru ke tembok dekat Anda. Kemudian, tembak portal oranye ke tembok lain yang letaknya jauh lebih tinggi dari posisi Anda. Setelah itu, Anda tinggal masuk ke portal terdekat tadi dan muncul di portal yang jauh! Portal tersebut bukan hanya berguna untuk memindahkan posisi saja. Hukum gravitasi juga berlaku di sini. Bayangkan Anda berada di tempat yang tinggi dan ingin melemparkan diri Anda ke posisi yang berada jauh di depan.

Cukup tembak portal ke tanah yang ada jauh di bawah dan tembak satu portal lagi ke dinding bersudut 45 derajat yang mengarah ke posisi yang jauh tadi. Kemudian, lompat ke portal di bawah dan seperti yang telah Anda ketahui, gaya gravitasi akan mempercepat laju jatuh Anda. Kecepatan itu akan melempar Anda ke posisi yang jauh ketika melewati portal yang satunya lagi! Konsep puzzle yang luar biasa! Portal yang bisa dibuat secara bersamaan hanya dua buah. Jadi, Anda harus memikirkan dengan seksama posisi dan efek yang ditimbulkan kedua portal tersebut