Assassin’s Creed Rebellion

Assassin's Creed Rebellion

Listadicibo.web.id – Pada bulan Oktober, Ubisoft merilis seri Assassin Creed terbaru berjudul Assassin’s Creed Odyssey. Tampaknya, game ini bukan satu-satunya game Assassin ‘Creed yang dirilis tahun ini. Hanya satu bulan setelah peluncuran Odyssey, Ubisoft meluncurkan seri lain, yaitu Assassin’s Creed Rebellion.

Jika Odyssey dirilis untuk PS 4, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC, Rebellion tersedia khusus untuk perangkat mobile. Game ini merupakan RPG strategi yang menampilkan semesta Assassin’s Creed. Yap, enggak mengherankan jika lo bertemu dengan beberapa karakter dari seri Assassin’s Creed lainnya di game ini.

Assassin favorit dalam tampilan versi chibi
Seri Assassin’s Creed dikenal dengan grafisnya yang menawan. Kualitas grafis yang apik hampir selalu lo temukan di tiap serinya. Nah, hal tersebut pun berlaku untuk Assassin’s Creed Rebellion. Grafis yang ditampilkan di game mobile ini enggak bisa dianggap remeh dan semakin memperjelas bahwa Assassin’s Creed Rebellion memang diproduksi oleh pengembang game kelas dunia.

Namun, ada satu hal unik yang hanya bisa lo temukan di Assassin’s Creed Rebellion. Yang membuat game ini berbeda dengan seri-seri lainnya adalah karakternya yang ditampilkan dalam versi chibi. Assassin yang biasanya terlihat gahar di seri-seri Assassin’s Creed sebelumnya, kini tampil lebih imut di Assassin’s Creed Rebellion.

Berbagai Assassin populer dihadirkan kembali
Di antara semua seri yang telah dirilis, Assassin’s Creed II jadi salah satu game terbaik dari waralaba ini. Enggak mengherankan jika protagonisnya, yaitu Ezio Auditore da Firenze, jadi Assassin terpopuler di kalangan penggemar waralaba Assassin’s Creed. Nah, ada kabar gembira buat lo yang menggemari Ezio. Assassin ini ternyata dihadirkan kembali di Assassin’s Creed Rebellion, loh.

Selain Ezio, beberapa karakter dari seri lainnya juga bisa lo temukan di game ini. Lo bisa menemukan Shao Jun dari Assassin’s Creed Chronicles: China, Aguilar de Nerha dari film Assassin’s Creed, hingga Alexios dan Kassandra dari Assassin’s Creed Odyssey. Selain karakter dari seri lain, deretan karakter orisinal game ini juga ada untuk memperlengkapi tim lo.

Gameplay sederhana dengan strategi stealth yang menantang
Apa yang membuat waralaba Assassin’s Creed disukai oleh banyak gamer? Salah satu alasan utamanya adalah elemen stealth yang membuat game ini semakin menantang. Sayangnya, beberapa seri Assassin’s Creed terbaru enggak terlalu menonjolkan unsur stealth. Namun, lo enggak perlu khawatir. Ubisoft mengembalikan unsur stealth di Assassin’s Creed Rebellion, loh.

Gameplay Assassin’s Creed Rebellion terbilang cukup sederhana. Lo hanya tinggal tap pilihan serangan atau strategi yang paling sesuai dengan karakter yang lo pilih. Itulah sebabnya, penentuan karakter dalam tim sebelum menghadapi suatu stage, berperan sangat penting di sini. Untungnya, setiap stage menghadirkan detail yang akan membantu lo dalam menentukan karakter. Sebelum bertarung pun lo akan diperlihatkan persentase keberhasilan dari tiap karakter.

Kembangkan markas Brotherhood lo sendiri
Selain mengumpulkan Assassin dan menjalankan misi, lo juga diminta untuk membangun markas Brotherhood di Assassin’s Creed Rebellion. Nantinya, lo akan diberikan sebuah benteng kosong. Di benteng tersebut, lo bisa membangun berbagai macam ruangan yang lo inginkan, di antaranya Training Room, Living Quarters, Weaponsmith, dan ruangan lainnya.

Baca juga : Game Terbaik Mobile Saat ini

Tiap ruangan punya fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Training Room bisa digunakan untuk menaikkan level karakter yang lo punya, Living Quarters sebagai tempat Assassin beristirahat, atau Weaponsmith sebagai tempat untuk nge-craft senjata. Lo seakan-akan diberi kendali penuh atas kelangsungan Brotherhood yang lo kembangkan di game ini.

Penggemar Assassin’s Creed rasanya enggak boleh melewatkan game mobile satu ini. Seri ini pun tampil lebih segar dengan karakter-karakter versi chibi-nya. Apalagi, lo bisa menjumpai berbagai Assassin dari seri-seri favorit lo. Gameplay-nya yang sederhana juga sama sekali enggak mengurangi unsur stealth yang jadi daya tarik utama Assassin’s Creed. Ubisoft terbilang cukup berhasil dalam membawa Assassin’s Creed ke perangkat mobile.

Coba aja mainkan dan jangan lupa kasih penilaian lo di kolom ulasan pada bagian atas artikel ini!

Game Terbaik Mobile Saat ini

Game Terbaik Mobile Saat ini

Listadicibo.web.id – Perkembangan teknologi ponsel pintar membuat banyak pengembang game berlomba untuk melakukan berbagai jenis game mobile. Hanya selama 2018, game yang tak terhitung jumlahnya untuk perangkat seluler telah diluncurkan di http://50.116.102.116/. Namun di antara semua game peluncuran ponsel tahun 2018, tentu saja ada game yang memiliki kualitas lebih baik dari yang lain.

Assassin’s Creed Rebellion
Di tahun ini, Ubisoft telah merilis sbobet dua seri Assassin’s Creed sekaligus, loh. Setelah merilis Assassin’s Creed Odyssey pada Oktober lalu, Ubisoft kemudian merilis Assassin’s Creed Rebellion pada November. Berbeda dengan Odyssey yang dirilis untuk konsol dan PC, Rebellion merupakan seri Assassin’s Creed yang tersedia khusus untuk perangkat mobile.

Usaha Ubisoft untuk menyenangkan para penggemar Assassin’s Creed layak diacungi jempol. Setelah para penggemar dibuat puas dengan Odyssey, Ubisoft berhasil menghadirkan pengalaman Assassin’s Creed yang berbeda di Rebellion. Hanya di Assassin’s Creed Rebellion, lo bisa melihat Assassin favorit lo dalam tampilan chibi. Kerennya lagi, elemen utama Assassin’s Creed, yaitu stealth, sama sekali enggak dilupakan di game ini.

Alto’s Odyssey
Setelah merilis Alto’s Odyssey di perangkat iOS pada Februari lalu, Snowman beserta Noodlecake Studios kemudian merilis game ini untuk perangkat Android pada Juli lalu. Buat lo yang belum tahu, Alto’s Odyssey merupakan sekuel Alto’s Adventure yang dirilis pada 2015. Berbeda dengan versi iOS-nya yang berbayar, Alto’s Odyssey versi Android bisa diunduh secara gratis.

Buat yang pernah main, lo pastinya setuju jika Alto’s Adventure merupakan game yang keren. Nah, Alto’s Odyssey menghadirkan berbagai hal yang jauh lebih baik lagi dari game pertamanya. Lo akan menemukan grafis yang lebih indah dari game pertamanya. Kalau lo membutuhkan sesuatu yang dapat menenangkan pikiran, game ini wajib buat lo coba. Musiknya yang menenangkan dijamin bikin lo terhanyut ke dalam gamenya.

Baca juga :

Ragnarok M: Eternal Love
Kalau lo merupakan salah satu orang yang pernah menghabiskan waktu berjam-jam main game di warnet pada awal 2000-an, lo pastinya enggak asing dengan Ragnarok Online, MMORPG besutan Gravity yang dirilis pada 2002. Nah, untuk membangkitkan kenangan para pemain versi PC-nya, Gravity kembali menghadirkan game ini dalam versi mobile dengan judul Ragnarok M: Eternal Love.

Gravity akhirnya merilis game ini di Indonesia pada Oktober lalu. Keberadaan game ini tentunya menjadi kabar baik bagi para penggemar RO. Soalnya, Ragnarok M: Eternal Love menghadirkan kembali hampir semua elemen yang ada di versi PC-nya terdahulu. Game ini dijamin bisa bikin para pemain versi PC-nya dapat bernostalgia.

Job Yang Belum Ada Di Ragnarok M

Job Yang Belum Ada Di Ragnarok M

Listadicibo.web.id – Ragnarok M: Eternal Love adalah permainan role-playing (RPG) yang sangat menarik karena beberapa alasan. Salah satunya adalah pekerjaan yang sangat beragam dengan karakteristik yang dapat disesuaikan dengan selera dan gaya permainan Anda. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya ada pekerjaan yang tersedia di Ragnarok Online, tetapi belum di Ragnarok M?

Yap, dari belasan Job lanjutan yang bisa lo mainkan di Ragnarok M, sekiranya ada tiga Job yang masih menunggu giliran untuk dirilis. Nah, sebelum dirilis, ada baiknya simak penjelasan Job tersebut berdasarkan Ragnarok Online biar lo udah paham duluan dibanding pemain lain!

Bard
Bard merupakan Job kedua lanjutan dari Archer, sekaligus alternatif dari Hunter. Jika Hunter menggunakan pendekatan represif untuk mengalahkan musuhnya, apa yang dilakukan Bard justru sebaliknya. Bard menggunakan cara yang lebih ‘soft’ dan mengalahkan musuh dengan kekuatan musik dan puisi.

Yap, saat menjadi Bard, seorang Archer bisa memilih untuk menanggalkan senjata panah kesayangannya dan beralih menjadi ‘kesatria bergitar’ dengan menggunakan senjata Instrumen.
Bard akan naik kelas menjadi Minstrel di Job 3, lalu Maestro di Job 4.

Alokasi Status
Alokasi statusnya tergantung dengan spesialisasi yang lo inginkan. Jika ingin memaksimalkan potensi menjadi Bard, lo harus memprioritaskan DEX, INT, dan VIT untuk build Magic Strings. Sementara itu, lo juga bisa memilih gaya bermain ofensif ala Archer dengan build Arrow Shower. Alokasi statusnya adalah DEX, VIT, INT, dan LUK.

Kelebihan dan Kekurangan

Mengandalkan irama dari gitar dan puisi yang dinyanyikannya, Bard dapat menjadi seorang Support yang sangat baik dengan memberikan tambahan damage dan durability. Kemampuan healing dan buff yang dikuasainya bisa dikatakan hampir sama dengan Priest. Bedanya, Bard memiliki kemampuan ofensif yang cukup tinggi dengan kombinasi skill orisinal Bard sekaligus skill turunan dari Archer.

Sayangnya, sebagai Archer yang beralih sebagai Support, damage Bard tentu enggak akan sesakit Hunter. Serangannya pun enggak begitu cepat. Selain itu, Bard juga membutuhkan positioning yang baik sama dengan Hunter.

Skill
Salah satu skill yang memberikan buff adalah Song of Lutie. Skill ini meningkatkan Max HP sekaligus memulihkan HP kepada semua pemain yang berada di sekitar Bard. Ada juga skill Impressive Rift yang meningkatkan ATK Speed untuk pemain yang berada di sekitarnya.

Tak hanya skill Support, Bard juga punya skill bertarung selain skill turunan dari Archer. Salah satunya adalah Melody Strike yang punya efek peningkatan damage seiring level yang meningkat. Selain itu, Bard juga punya skill yang sangat unik, yakni Unbarring Octave. Bard akan menceritakan candaan yang jayus nan membosankan kepada monster dan pemain yang ada di sekitarnya. Skill ini bisa membuat monster dan rekan setim terkena efek frozen selama beberapa saat.

Dancer
Job Archer bisa dibilang jadi yang paling unik di semesta Ragnarok. Pasalnya, Archer bisa naik kelas menjadi tiga Job. Yap, selain Hunter dan Bard, seorang Archer juga bisa menjadi Dancer.

Perlu lo ketahui, Dancer sebenarnya adalah Job yang sama dengan Bard. Keduanya adalah tipe Job semi-support dengan kemampuan ofensif yang cukup baik. Bedanya, syarat untuk menjadi seorang Dancer adalah menjadi karakter cewek, sedangkan Bard cowok. Senjata yang digunakan juga berbeda. Jika Bard mengandalkan Instrument, Dancer menggunakan cambuk untuk menghadapi musuh.

Dancer akan naik tingkat menjadi Gypsy di Job 3, lalu Wanderer di Job 4.

Alokasi Status
Alokasi status untuk Dancer kurang lebih sama dengan Bard. Untuk tipe Support, lo bisa memprioritaskan DEX, INT, dan VIT. Sementara itu, jika lo merasa harus ‘jalan’ sendiri, build Arrow Shower bisa menjadi alternatif dengan damage yang lebih tinggi karena menggunakan panah.

Kelebihan dan Kekurangan
Sama seperti Bard, Dancer punya kelebihan di damage dan durability yang cukup baik dengan sokongan kemampuan Support yang mumpuni. Seorang Dancer bisa dikatakan lebih ofensif dibanding Bard karena punya kemampuan untuk melumpuhkan musuh dengan skill-skill miliknya.

Kekurangannya pun enggak jauh beda. Leveling sendirian menggunakan Dancer sama sulitnya dengan Bard. Damage-nya pun kurang terasa jika dibandingkan dengan Hunter maupun Bard

Skill
Meski sama-sama sebagai Job alternatif turunan dari Archer, antara Dancer dan Bard memiliki tipe skill yang berbeda. Jika tipe Support Bard lebih ke healing, Dancer punya spesialisasi de-buff. Salah satunya adalah Dazzleryang dapat membuat musuh terkena efek stun selama beberapa saat.

Dancer juga punya skillbuff untuk rekan se-guild. Salah satunya adalah Lady Luck yang meningkatkan peluang serangan kritikal untuk rekan setim yang berada di dekatnya.

Uniknya, Dancer dapat berkolaborasi dengan Bard (juga berlaku sebaliknya) dan menggunakan skill khusus yang tergabung dalam Ensemble. Skill Ensemble ini cuma bisa digunakan jika Dancer dan Bard berada di Party yang sama dan berdiri berdekatan. Contoh skill Ensemble Bard dan Dancer adalah Lullaby yang bisa membuat lawan tertidur selama beberapa saat.

Sage
Di Ragnarok Online, Sage adalah Job turunan dari Mage sekaligus alternatif dari Wizard. Sage bisa dibilang menjadi versi kerad dari Wizard lewat kemampuan bertahannya yang cukup baik. Selain itu, Sage juga menjadi Wizard versi semi-support berkat kemampuan de-buff.

Sage akan naik tingkat menjadi Scholar di Job 3, lalu Sorcerer di Job 4.

Baca juga : Assassin’s Creed Rebellion

Alokasi Status
Sebagaimana statusnya sebagai Wizard versi bertahan, alokasi statusnya pun berbeda dengan VIT sebagai prioritas tambahan yang sama butuhnya dengan DEX, namun tetap berada di bawah INT. VIT dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan defensif Sage saat bertarung melawan musuh.

Kelebihan dan Kekurangan
Seperti yang udah dibahas di atas, keunggulan Sage jika dibandingkan dengan Wizard adalah kemampuan bertahannya. Selain itu, perannya sebagai semi-support juga sangat membantu dalam pertarungan PvM maupun PvP. Keistimewaan lain dari Sage dibandingkan dengan Wizard adalah kemampuan casting skill sembari bergerak sekaligus menyerang berkat skill Free Casting.

Sayangnya, Sage enggak ada apa-apanya jika adu jotos dengan Wizard karena damage yang enggak terlalu nyakitin. Kemampuan semi-support yang dikuasainya juga membuatnya lebih cocok untuk situasi PvP dibanding PvM. Hal inilah yang membuat leveling menggunakan Sage jadi sulit, kecuali lo punya teman Party yang kuat.

Skill
Seperti yang udah dijelaskan di atas, skill yang dimiliki Sage bertipe buff dan de-buff dengan karakteristik bertahan. Contohnya adalah Magic Rod dan Spell Breaker yang dapat membatalkan skill musuh, lalu menyerapnya menjadi SP untuk diri sendiri. Skill ofensifnya enggak sebanyak Wizard dan lebih mengandalkan skill turunan dari Mage.

Sama seperti Wizard, Sage punya skill bertipe elemen yang membutuhkan Gemstone. Bedanya, skill elemental ini punya fungsi untuk melindungi rekan setim dengan elemen sesuai Gemstone yang lo gunakan.

Bagaimana menurut kamu Job yang belum hadir di Ragnarok M ini? Apakah lo tertarik untuk mencobanya? Kabar buruknya, belum diketahui kapan Ragnarok M akan melepas tiga Job ini agar bisa lo gunakan. Namun, melihat kemunculannya di server Tiongkok, rasanya bukannya enggak mungkin Sage, Bard, dan Dancer akan dirilis secepatnya di server Asia Tenggara!

Trik Cepat Naikkan Exp Dalam Ragnarok M

Trik Cepat Naikkan Exp Dalam Ragnarok M

Listadicibo.web.id – Juga, Anda mungkin bertanya-tanya, apakah ada trik untuk dapat memperoleh banyak poin pengalaman atau EXP dalam waktu singkat? Karena game ini memiliki batas Resistance dan Anda tidak dapat melakukan penggilingan terus menerus, Anda harus menggunakan beberapa cara untuk mendapatkan EXP maksimum.

Selalu pakai Stamina saat lo grinding
Poin pertama ini jadi sangat penting dan paling esensial. Kalau lo sudah tahu ada sistem Stamina di game ini, lo harus alokasikan semua Stamina lo ketika akan melakukan grinding EXP. Setiap hari, lo akan diberi 300 menit Stamina yang harus lo gunakan semuanya untuk meraih EXP dengan mencari spot yang ramai. Lo bisa melakukan Party dengan kelima teman dan dengan begini, proses lo mengalahkan banyak monster akan lebih cepat.

Setelah Stamina habis, baru lo boleh mencari EXP dari quest atau mission board dan mengalahkan monsternya. Lo enggak akan mau, deh, kehabisan Stamina hanya karena kesulitan mencari 300 monster dari quest yang enggak akan menghadiahi lo EXP lebih besar. Ada beberapa monster yang sangat cocok untuk daftar slot 918kiss lo buru saat ingin mendapatkan EXP besar pada beberapa waktu.

Kenali monster yang bisa menghadiahi lo EXP besar
Ada beberapa monster di dalam Ragnarok M: Eternal Love yang bisa lo pakai untuk jadi target grinding EXP. Yang pertama adalah Wormtail yang bisa lo bunuh dari level 15-25, letaknya di Prontera North. Setelah itu, ada banyak Goblin di Goblin Forest yang bisa lo grinding dari level 25-40. Setelah itu, Metaller, Dustiness, dan Mantis yang ada di Prontera North adalah makanan buat lo yang ingin naik level dari 40-70. Semua monster ini punya EXP yang jauh lebih besar dibanding monster lain, karenanya ini jadi makanan yang penting saat lo menghabiskan Stamina.

Jangan pernah pakai Lightning Chain saat cari EXP
Mungkin masih ada beberapa yang bingung dengan fungsi item Lightning Chain di game Ragnarok M: Eternal Love. Di deskripsinya, lo akan menemui kalau katanya, Lightning Chain punya efek untuk menaikkan drop item dan menambah EXP. Sayangnya, efek Lightning Chain bikin Stamina lo cepat habis. Jadinya, lo akan lebih cepat kehabisan Stamina dan nantinya akan lebih sedikit memperoleh EXP.

Fungsi utama dari Lightning Chain adalah dia bisa membantu lo mendapat banyak item ketika grinding. Makanya, lo hanya butuh Lightning Chain saat mencari material. Kalau lo ingin lebih cepat naik EXP, lo dilarang memakai Lightning Chain . Dengan memakai Lightning Chain, katakanlah lo akan membakar 120 Stamina untuk satu jam grinding dan cuma dapat 130 ribu EXP. Kalau enggak pakai Lightning Chain, dua jam grinding akan menghadiahi lo 200 ribu EXP. Sedikit lebih lama, tapi lo enggak akan rugi.

Pet Labor di Item Shop wajib lo pakai
Buat lo yang sudah menyentuh level 45 dan memiliki pet yang punya 5 level Intimacy, lo bisa mengirim pet ini untuk kerja di Item Shop. Ini sangat penting dan akan menghadiahi lo banyak EXP lewat item bernama Base dan Job Potion. Setiap jam, pet lo akan mendapat satu bingkisan secara acak yang bisa menghadiahi lo kedua item tersebut.

Secara efektif, lo harus punya Lunatic dengan intimacy di level 10 untuk bisa meraih labor di tempat ini. Nantinya, Lunatic yang punya intimacy sangat besar itu punya kesempatan lebih besar untuk menghadiahi lo dengan Base dan Job Potion. Lo akan tercengang karena item ini akan menghadiahi lo EXP sebesar 500.000 untuk Base Potion berukuran L dan 200.000 untuk Job Potion berukuran L. Semoga beruntung!

Baca juga : Assassin’s Creed Rebellion

Jangan pakai auto dan tinggal tidur Ragnarok M
Lo mungkin punya pikiran pendek kalau di game ini kita bisa mendapat EXP meskipun tertidur dengan terus menjalankan auto. Sayangnya, lo hanya akan membuang Stamina di awal game ketika nantinya Stamina direset jam 5 pagi. Lo akan langsung kehabisan Stamina kalau lo ketiduran dan baru bangun siang.

Selain itu, lo juga harus memberi smartphone lu istirahat karena game ini pastinya akan lo mainkan seharian. Kalau lo memaksakan untuk tetap menyalakan game ini semalaman, lo bisa bikin smartphone lu kena resiko rusak. Serius, deh, selain lo enggak akan dapat banyak EXP, lo bisa bikin HP lo cepet rusak kalau lo tetap memaksakan main Ragnarok M: Eternal Love semalaman.

Game Ragnarok Poring Pop

Game Ragnarok Poring Pop

Listadicibo.web.id – Pemain yang biasa menghabiskan waktu di warnet di awal tahun 2000-an bukanlah orang asing bagi Ragnarok Online atau slot live22. Game ini berhasil menarik banyak pemain Indonesia saat itu. Setelah sukses di PC, Ragnarok muncul di perangkat seluler dengan judul Ragnarok M: Eternal Love pada Oktober tahun lalu. Seperti versi PC, Ragnarok M: Eternal Love juga berhasil menarik pemain Indonesia pada akhir 2018.

Ragnarok memang dikenal sebagai MMORPG-nya, namun Gravity juga menghadirkan seri game ini dalam bentuk genre lainnya. CEO Gravity Interactive, Yoshinori Kitamura, telah mengumumkan perilisan seri terbaru Ragnarok yang berjudul Ragnarok Poring Pop. Gravity mengusung genre puzzle untuk game terbarunya. Game ini sudah tersedia untuk perangkat Android.

Gameplay Ragnarok Poring Pop terbilang cukup mudah. Kalian tinggal mencocokkan dua atau lebih Poring yang berdekatan dengan cara di-tap. Gameplay-nya yang sederhana membuat game ini jadi mudah dimainkan untuk semua usia.

Sesuai judulnya, RagnarokPoring Pop menjadikan salah satu makhluk imut yang ada di semesta Ragnarok, yaitu Poring, sebagai maskot utamanya. Lalu, semakin tinggi level pemain di game ini, maka semakin besar skor yang bisa kalian dapatkan. Ketika pemain mencapai rank yang tinggi, pemain bisa mendapatkan hadiah in-game di setiap minggunya.

Sebagai tambahan, pemain dapat melihat daftar rank RagnarokPoring Pop dari masing-masing negara. Hal ini dapat memungkinkan update kompetisi dalam skala internasional. Game ini juga menerapkan pembelian item premium dalam game. Item premium dalam Ragnarok Poring Pop juga bisa didapatkan dari menyaksikan iklan yang terdapat dalam game. Siapapun jadi punya kesempatan untuk mendapatkan item premium dengan mudah.

Baca juga : Senran Kagura Reflexions

Untuk sementara ini, Ragnarok Poring Pop baru tersedia di Google Play Store saja. Buat kalian yang menggunakan perangkat iOS, enggak perlu khawatir. Game ini nantinya juga bakal hadir di App Store, loh. Lalu, buat ngedapatin berbagai informasi seru seputar game lainnya, jangan lupa untuk ikuti terus KINCIR, ya!

Senran Kagura Reflexions

Senran Kagura Reflexions

Listadicibo.web.id – Apa pemain yang belum pernah mendengar nama Senran Kagura sebelumnya? Terlepas dari apakah Anda secara terbuka mengakui bahwa Anda adalah penggemar atau bahkan menyangkalnya tetapi masih lebih memperhatikan waralaba s128 Marvelous, keberadaannya benar-benar sulit untuk diabaikan. Apalagi jika Anda menyukai serial animasi Jepang dengan karakter wanita yang memiliki desain sensual. Karena ia ingin diakui atau tidak, sensualitas sebenarnya merupakan bagian integral dari nama Senran Kagura. Sesuatu yang masih mereka bawa untuk seri terakhir, yang sejak diperkenalkan, diklaim dirancang khusus untuk sakelar Nintendo.

Sudah tersedia terlebih dahulu untuk pasar Jepang dan akhirnya tersedia di pasar Barat dengan proses translasi untuk teks saja dan tidak audio, Senran Kagura Reflexions akhirnya tersedia untuk gamer Nintendo Switch yang penasaran dengan apa yang ia tawarkan. Marvelous memang mendesain game ini khusus untuk Switch dengan motivasi mendemonstrasikan apa yang bisa dilakukan kontroler unik konsol hybrid ini – Joy-Con dalam bentuk gameplay dan visual khas Senran Kagura. Anda bisa melihatnya selayaknya sebuah “versi berbeda” dari 1-2 Switch, game yang memang didesain oleh Nintendo untuk melakukan hal tersebut. Dengan harga yang terjangkau, kami memutuskan untuk ikut melompat masuk.

Kesimpulan
Maka dengan apa yang ia tawarkan, maka jelas bahwa apa yang berusaha dicapai oleh Marvelous dengan Senran Kagura Reflexions akhirnya berujung mengakar hanya pada sensualitas dan ragam aksi sugestif Asuka saja. Untuk urusan yang satu ini, mereka melontarkan kerja keras yang optimal, dari desain kostum menggoda, efek tembusan saat Anda menggunakan semprotan air, pemilihan percakapan, cerita, hingga sekedar intonasi voice acts yang siap untuk membuat hati Anda bergetar. Jika yang Anda cari adalah sebuah game dengan fan-service di tingkat tertinggi, terutama jika Anda menggemari seri Senran Kagura, maka ini adalah sebuah seri yang tepat.

Baca juga : Metro Exodus

Namun di satu sisi, sulit rasanya untuk tidak kecewa bahwa gembar-gembor yang selama ini digemborkan bahwa game ini akan menawarkan sensasi HD Rumble yang maksimal berujung tidak terbayarkan manis. Hampir di semua bagian “permainan” yang ada, sensasi yang Anda rasakan di tangan tidak lebih dari getar biasa saja. Tidak ada akurasi dan representasi sensasi yang serupa dengan kualitas 1-2 Switch misalnya, sesuatu yang sebenarnya “potensial” untuk game seperti ini. Konten yang terbatas juga pantas dipertanyakan, walaupun terhitung rasional mengingat harga game basisnya yang terhitung terjangkau.

Dengan semua daya tarik dan kelemahan tersebut, sepertinya jelas pasar seperti apa yang disasar oleh Senran Kagura Reflexions ini. Anda bisa menjadikan “Menguji HD Rumble” sebagai alasan untuk membungkus motivasi utama Anda mengapa Anda tertarik memijat karakter ninja wanita yang masih muda dengan visualisasi ala karakter anime yang kental ini.

Kelebihan

  • Fan-service super maksimal
  • Cerita yang cukup untuk membuat Anda tersenyum

Kekurangan

  • Konten terbatas
  • Cerita tidak bisa dibilang, masuk akal
  • Sensasi HD Rumble yang lemah
  • Gameplay repetitif

Cocok untuk gamer : mata keranjang, pencinta Senran Kagura

Tidak cocok untuk gamer : yang mengharapkan sensasi HD Rumble yang seharusnya, takut neraka

Metro Exodus

Metro Exodus

Listadicibo.web.id – Sangat disayangkan bahwa diskusi mengenai salah satu game yakni idnplay yang diantisipasi pada tahun 2019 ini harus didominasi oleh pertanyaan kebijakan komersial, sebuah kesalahan yang beberapa minggu sebelum rilis. Padahal sebelumnya, hampir semua percakapan yang berkaitan dengan namanya selalu penuh dengan harapan dan harapan besar tentang masalah, tidak hanya untuk kualitas visual, tetapi juga untuk kelanjutan cerita yang memancing rasa ingin tahu. Itu benar, kita berbicara tentang Metro Exodus dari 4A Games. Sekuelnya, yang akan didasarkan pada seri Metro 2035, siap membawa kita ke arah baru, sesuatu yang lebih besar, lebih luas, dan lebih tegang daripada apa yang ditawarkan pada dua seri sebelumnya. Sekarang datang kesempatan untuk mencoba game ini.

Kami sendiri memilih PC sebagai platform gaming untuk menjajal game yang satu ini. Seperti yang bisa Anda prediksi, fakta bahwa ia menjadi salah satu game andalan NVIDIA untuk menjual teknologi RTX mereka adalah salah satu motivasi terkuat. Kami sendiri memilih untuk menggunakan ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 untuk proses bermain dan pengambilan screenshot seperti yang bisa Anda nikmati di artikel preview ini. Semua gambar ini diambil dalam resolusi 1080p, setting visual “Extreme” (mentok kanan), dengan fitur RTX “Ray Tracing” hidup dengan kualitas Ultra. Namun sayangnya, untuk alasan yang tidak jelas, kami tidak bisa menghidupkan fitur DLSS yang juga disertakan. Opsi ini terus menerus otomatis mati ketika kami berusaha menghidupkannya.

Kesan Pertama

Sebuah cerita baru yang memungkinkan 4A Games melakukan sesuatu yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya, ini sepertinya kalimat pembuka yang tepat untuk menjelaskan secara sederhana apa yang akan Anda temukan di Metro Exodus ini. Setelah selalu terikat pada kota Moscow dan semua jaringan terowongan bawah tanahnya yang gelap dan mencekam atas nama bertahan hidup, Metro Exodus kini akhirnya “membuka diri”. Plot yang berpusat pada usaha Artyom yang yakin bahwa tempat lain di dunia ini yang bisa dihuni dan bebas radiasi membuat Metro Exodus kini bergerak melewati begitu banyak tempat dengan terrain berbeda-beda. Setelah dua seri sebelumnya, Anda kini akhirnya bisa menjelajahi dunia Metro yang sesungguhnya. Dunia yang berantakan namun di sisi lain, begitu indah di saat yang sama.

Selain penyempurnaan kualitas visual yang dengan teknologi Ray-Tracing terlihat begitu realistis dan fantastis, terutama di beberapa momen dengan tata cahaya yang dramatis, Metro Exodus juga hadir dengan konsep dunia semi open-world di dalamnya.

baca juga : Game Anthem

Alih-alih linear, Anda kini disediakan sebuah lokasi luas yang bisa Anda jelajahi dengan bebas untuk mengumpulkan resource, mendapatkan equipment yang sudah pasti membantu perjalanan Anda selanjutnya, dan ekstra lore soal faksi apapun yang tengah Anda hadapi. Progress cerita bergerak dari satu area ke area yang lain dengan konsep yang serupa. Sejauh ini, ia terasa menyegarkan. Tidak lagi terkunci pada terowongan gelap dan bisa menikmati dunia Metro Exodus yang “seharusnya”, konsep seperti ini memberikan lebih banyak motivasi untuk mengeksplorasinya.

Tentu saja kompleksitas juga meningkat. Sejauh permainan kami saat menuliskan artikel preview ini, kami tidak menemukan lagi konsep toko berbasis peluru sebagai mata uang layaknya seri-seri sebelumnya. Metro Exodus lebih mendorong Anda untuk mengandalkan proses crafting untuk meracik peluru yang Anda butuhkan. Lewat meja khusus yang tersedia di beberapa lokasi, Anda juga bisa menyematkan mod spesifik untuk senjata yang Anda gunakan atau sekedar memasang equipment berbeda seperti armor dan helmet misalnya. Tenang saja, beberapa lokasi permainan masih menuntut Anda memasang topeng gas dengan limitas waktu – mekanik gameplay yang seolah mendefinisikan seri Metro itu sendiri.

Sembari menunggu waktu lebih proporsional untuk melakukan proses review mengingat progress kami yang baru mencapai area ketiga, izinkan kami melemparkan segudang screenshot di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran apa itu Metro Exodus. Terutama di sisi visual dengan teknologi RTX ON berkat dukungan kartu grafis ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 yang kami gunakan.

Game Anthem

Game Anthem

Listadicibo.web.id – Karena tidak ada alasan untuk tidak menunggu rilis, ini bisa menjadi ungkapan yang tepat untuk menjelaskan tentang Game Anthem, sebuah permainan bermain peran yang memadukan rampasan rampasan yang lahir dari tangan dingin Bioware dan EA. Dia memenangkan permainan aksi yang paling dinanti-nantikan di beberapa acara permainan raksasa selama 2018. Dia juga dikelola oleh Bioware Edmonton, pengembang seri trilogi Mass Effect, bukannya Montreal Bioware, yang sekarang telah rusak dan bergabung setelah kasus Mass Effect Andromeda . Itu juga dibangun dengan mesin Frostbite, salah satu mesin yang paling menarik dan optimal secara visual, terutama di PC. Dengan semua kombinasi yang dia suntikkan, tidak mungkin untuk tidak menunggu kehadiran Anthem dan apa yang ingin dia tawarkan.

Terlepas dari fakta bahwa dengan Frostbite Engine ia berhasil terlihat memesona dari segi visual dengan kekuatan cerita khas Bioware yang tetap menarik, game ini terasa seperti sebuah “proyek pembelajaran” bagi Bioware untuk meracik sebuah game loot shooter yang memesona. Berita buruknya? Alih-alih belajar dari Blizzard dengan Diablo 3 dan Bungie dengan Destiny, ia justru menyimpan masalah yang sempat terjadi dengan kemunculan perdana game-game tersebut. Lebih buruknya lagi? Beragam masalah teknis seperti bug dan loading time juga mengacaukan sensasi bermain yang seharusnya, menyenangkan

Baca juga : Mortal Kombat 11

Kesimpulan
Maka apa yang bisa disimpulkan dari Anthem? Bahwa untuk saat ini, ia terlihat tidak ubahnya sebuah istana pasir nan megah yang dibangun di tepi pantai. Ia terlihat begitu indah dan memesona dengan detail yang siap untuk membuat Anda jatuh hati sejak pandangan pertama, namun pada akhirnya, ia dibangun dengan pasir yang mudah retak tersampu ombak. Bentuk dan daya tariknya tidak mampu untuk membungkus banyak kelemahan yang ia miliki, bahkan di level pondasi sekalipun. Pelan tapi pasti, seiring dengan semakin banyak Anda menghabiskan waktu dengannya, Anda mulai memahami bahwa bentuknya yang megah bukanlah cermin kualitasnya yang sebenarnya. Bahwa dengan sedikit guncangan, air, dan dorongan, ia mudah runtuh. Bioware – sang peracik istana pasir ini kini berada di persimpangan jalan.

Bahwa jelas komunitas yang sudah begitu mengagumi dan mencintai istana pasir ini secara lantang terus memberikan masukan bagi sang artisan untuk membenahi dan memperkuatnya. Alasannya? Semata-mata mereka tidak ingin melihat istana pasir nan indah ini hilang tersapu ombak dengan begitu cepat. Namun untuk saat ini, sang artisan terlihat tidak banyak peduli. Tidak hanya karena pondasinya yang lemah saja, tetapi juga karena bahannya sendiri yang tidak sempurna. Ada begitu banyak kerikil besar yang tercampur dalam istana pasir tersebut, membuatnya yang sudah terlihat rapuh sejak awal semakin rapuh. Sang artisan kini tidak hanya harus bertarung melawan istananya sendiri yang mulai runtuh dan kritik para penikmatnya, tetapi juga waktu.

Berdasarkan analogi tersebut, apakah Anthem saat ini menarik untuk menghabiskan waktu dan uang Anda? Jika Anda bisa mendapatkannya via Origin Access yang harganya jauh lebih murah daripada membelinya secara satuan, tentu saja. Tetapi di sisi lain Anda tetap harus bersabar hati dan menelan semua kekecewaan yang bisa terjadi. Namun jika Anda tidak punya akses untuk itu, kami sendiri menyarankan Anda untuk menunggu. Menunggu hingga Bioware menyelesaikan masalah teknis yang ada, menunggu Bioware mengatasi masalah reward yang tidak memuaskan, menunggu Bioware memberikan roadmap konten yang lebih konsisten, dan menunggu Bioware memastikan bahwa mereka siap melakukan apa saja untuk membuat komunitas Anthem tidak tenggelam begitu saja.

Kelebihan

  • Kualitas visual memesona
  • Kelas Javelin yang unik dan berbeda
  • Sensasi menggunakan senjata memuaskan
  • Cerita lumayan keren
  • Sensasi terbang
  • OST yang cukup kuat untuk membangun atmosfer

Kekurangan

  • Penuh bug dan masalah teknis fatal
  • Loot “sampah”
  • Senjata tidak terasa kreatif
  • Reward tidak terasa memuaskan
  • Banyak konten misi yang repetitif
  • Waktu dan jumlah loading time
  • Mekanisme terbang tidak diimplementasikan banyak di sisi gameplay / strategi
  • Jangka waktu konten untuk konsep Games as Service terasa terlalu lama

Cocok untuk gamer: pencinta game dengan konsep repetitif, butuh game multiplayer untuk dimainkan bersama teman

Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan game loot-based shooter yang memuaskan, tidak sabar melihat loading screen dengan waktu yang lama

Mortal Kombat 11

Mortal Kombat 11

Listadicibo.web.id – Apa pemain yang belum pernah mendengar nama Mortal Kombat sebelumnya? Terlepas dari apakah Anda suka game fighting atau tidak, nama ini memiliki popularitas yang tak terbantahkan dalam industri game. Secara konsisten gigih, citranya sebagai game pertempuran yang menonjolkan kebrutalan sebagai titik penjualan utama terus bertahan di generasi konsol. Anda mungkin berpikir bahwa suatu saat, ini akan menjadi membosankan dan tidak akan menarik lagi, terutama mengingat bahwa kekerasan bukan lagi sesuatu yang aneh dalam permainan modern saat ini. Namun Mortal Kombat terus berkembang. Puncaknya sekarang berada di pundak Mortal Kombat 11, yang menerima sambutan positif dari berbagai media, tetapi memicu kritiknya sendiri dari para penggemar.

Seperti kualitas yang sudah mereka perlihatkan di Injustice 2 sebelumnya, ia mengusung sisi presentasi visual yang memesona. Tidak hanya dari detail beragam kostum untuk setiap karakter yang ada, tetapi juga lewat sisi sinematik mode cerita yang kembali layaknya film layar lebar dari tangan Hollywood, lengkap dengan animasi Fatality dan jenis serangan baru – Fatal Blow yang brutal. Namun sayangnya, ada satu masalah sudah terasa sejak awal Anda mencicipinya. Bahwa untuk mendapatkan semua hal yang Anda inginkan di Mortal Kombat 11, Anda harus bersiap untuk melewati proses grinding yang benar-benar berat.

Kesimpulan
Mortal Kombat 11 sebenarnya adalah sebuah seri yang memukau, bahkan pantas disebut sebagai salah satu seri Mortal Kombat terbaik di sejarah panjang franchise yang satu ini. Netherrealm Studios sepertinya memahami apa yang membuat game fighting terbrutal ini begitu dicintai, membuatnya lebih modern dengan kualitas visualisasi memesona yang juga didukung dengan desain memanjakan mata, dari level pertarungan hingga puluhan kostum untuk tiap karakter, serta menghadirkan beberapa inovasi seperti Fatal Blow yang memang signifikan hingga sistem pertarungan grup ala RAID yang secara mengejutkan, ternyata bisa diimplementasikan di sebuah game fighting.

baca juga : Fallen Legion

Namun di sisi lain, sulit rasanya untuk tidak mengakui bahwa mereka juga memuat begitu banyak hal lain yang membuat Anda mengernyitkan dahi. Atas nama untuk membuat waktu permainan Mortal Kombat 11, game fighting ini terasa begitu grindy. Semuanya dikembangkan untuk memastikan Anda berjuang setengah mati untuk meraih setiap item kosmetik, animasi, variasi ikon, hingga gear-gear mantap yang tentu akan mempengarui status dan memperkuat Anda saat memasuki Towers of Time atau bertarung secara online. Semuanya dibangun di atas sistem yang tidak memungkinkan Anda untuk membuka dan mengejar apa yang Anda inginkan untuk karakter yang Anda favoritkan. Modifier yang membuat pertarungan timpang dan tidak masuk akal juga jadi masalah tersendiri.

Tetap di luar kekurangan itu semua, Mortal Kombat 11 tetaplah sebuah seri game fighting dengan mekanik solid yang siap menjanjikan pertarungan yang seru dan berimbang. Cukup untuk membuat para fans lawas Mortal Kombat untuk jatuh cinta kembali.

Kelebihan

  • Kualitas visualisasi memesona
  • Desain kostum dan level yang ada
  • Sistem AI Battle untuk meringankan proses grinding item kosmetik dan gear
  • Mekanik pertarungan memuaskan
  • Group Battle / Tag Team Battle yang keren
  • Fatal Blow dan Fatality dengan brutalitas tanpa kompromi
  • Cerita menarik
  • Waktu gameplay panjang jika Anda ingin mengejar ragam item kosmetik yang ada
  • Konsep Krypt terhitung unik

Kekurangan

  • Grindy
  • Beberapa modifier terasa sangat tidak masuk akal untuk ditundukkan
  • Animasi Fatal Blow terkadang merebut intensitas pertempuran
  • Tidak tersedia shortcut respon di pertempuran Group Battle / Tag Team bersama gamer lain
  • Tidak tersedia secara resmi di Indonesia

Cocok untuk gamer: penggemar Mortal Kombat, yang menginginkan game fighting dengan mekanik yang memuaskan

Tidak cocok untuk gamer: yang mudah pusing melihat darah atau potongan tubuh, tidak senang dengan proses grinding

Fallen Legion

Fallen Legion

Listadicibo.web.id – Industri kreatif mungkin bukan salah satu industri yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Bahwa di tengah-tengah potensi besar itu, tidak banyak bicara dan digunakan sebagai fokus, terutama untuk industri game. Meskipun ada banyak penelitian tentang game lokal yang sudah mulai terbukti berhasil sebagai kekuatan yang tidak bisa diremehkan, baik di bidang platform mobile atau domestik, seperti konsol atau PC. Kami dapat bertemu game seperti Dreadout, Orbiz atau Legrand Legacy. Tetapi ada judul yang berhasil melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh permainan Indonesia lainnya. Benar sekali, berhasil memasuki pasar konsol, lebih tepatnya Playstation 4.

Hampir sebagian besar game racikan developer Indonesia saat ini memang tersedia setidaknya untuk dua platform – mobile ataupun PC. Namun yang dilakukan oleh developer asal Indonesia – Mintsphere dengan game mereka – Fallen Legion memang pantas dihitung sebagai pencapaian tersendiri. Berhasil menjalin kerjasama dengan Sony Interactive Entertainment, game racikan mereka dirilis di dua platform berbeda yang masing-masing darinya, menawarkan perspektif berbeda untuk satu jalinan cerita yang sama. Ada “Sins of an Empire” untuk Playstation 4 dan “Flames of Rebellion” untuk PS Vita. Kami sendiri berkesempatan untuk menjajal Sins of an Empire.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Fallen Legion: Sins of an Empire ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang pantas dibanggakan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot
Baik Sins of an Empire maupun Flames of Rebellions sebenarnya mengusung satu garis cerita yang sama, namun dilihat dari dua perspektif yang berbeda. Sins of an Empire memosisikan Anda sebagai seorang putri kerajaan bernama Cecille. Menemukan ayahnya telah tewas, tampuk kepemimpinan kerajaan kini terletak di pundaknya. Berita buruknya? Ayahnya sendiri tidak meninggalkan Fenumia dalam keadaan yang bisa terbilang “sehat”. Kini Cecille punya tugas super berat untuk memastikan Fenumia tidak runtuh menjadi sekedar nama dan abu.

Ancaman datang dari berbagai arah. Dengan tiada laginya ayahnya yang kharismatik, Cecille harus berjuang memimpin Fenumia yang ternyata, dirudung banyak masalah internal. Intrik politik dalam keluarga dan sosok penting di dalamnya berpotensi untuk menekan kepentingan rakyat-rakyat kecil. Sementara di sisi lain, pemberontakan dan ancaman invasi dari kerajaan yang lain juga terbuka lebar. Berita baiknya? Di bawah bantuan Maurice – sang penasihat yang setia dan bijaksana, Cecille menemukan kekuatan baru yang berbeda. Ia kini ditemani sebuah buku magis bernama Grimoire yang dulu ternyata, sempat menemani sang ayah.

Baca juga : Berperang Dengan Pangeran Diponegoro

Buku yang bisa berbicara tersebut memberikan kesempatan bagi Cecille untuk mengakses ruang energi para prajurit yang sudah tewas dan membawa mereka kembali sebagai “Exemplars”, untuk menemaninya mencapai tujuan utamanya – mengembalikan lagi keanggunan dan ketangguhan Fenumia sebagai sebuah kerajaan. Namun di sisi lain, Grimoire juga membutuhkan asupan energi berupa nyawa manusia di beberapa titik. Mengandalkannya sebagai tumpu harapan, Cecille perlahan namun pasti, mulai menyadari peran Grimoire yang sebenarnya.

Lantas, mampukah Cecille mengembalikan kekuatan Fenumia sebagai kerajaan? Tantangan seperti apa saja yang harus ia hadapi? Siapa pula jati diri Grimoire yang sesungguhnya? Semua pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Fallen Legion: Sins of an Empire ini.

Kesimpulan
Fallen Legion: Sins of an Empire adalah sebuah game RPG yang solid. Bahwa pujian pantas dilayangkan untuknya, bukan karena semata ia merupakan game racikan developer Indonesia saja, tetapi karena Mintsphere berhasil melahirkan sebuah game RPG yang menarik dan memukau, terutama dari sisi gameplay. Dunia fantasi yang diracik tangan dengan pendekatan visual ala Vanillaware menjadi pondasi untuk eksekusi sistem gameplay yang matang, dimana Anda akan merasakan intensitas ala game action di atas mekanik RPG-nya yang super aktif. Desain dunia, monster, hingga musik yang mengalun darinya memperkuat atmosfer fantasi yang ada.

Namun tentu saja, game ini tidak bisa dibilang sempurna. Salah satu keluhan utama mengalir dari sensasi RPG yang terlalu linear. Memberikan kontrol dan kebebasan yang minim bagi gamer memang berhasil membuatnya terasa sederhana, namun sayangnya, juga mencabut beragam potensi hal menarik yang bisa diracik darinya. Minimnya cut-scene juga membuat ceritanya sulit untuk menghasilkan kesan yang kuat dan emosional, terlepas dari tema yang sebenarnya terhitung serius dan gelap.

Namun terlepas dari semua kekurangan yang menyelimutinya, Fallen Legion: Sins of an Empire tetaplah sebuah game racikan developer Indonesia yang pantas untuk dibanggakan. Kami sendiri melihatnya sebagai sebuah pondasi yang sudah begitu kuat dengan harapan untuk sebuah seri sekuel di masa depan dengan penyempurnaan di beragam sisi untuk menjadikannya produk RPG yang “lebih RPG”. Fallen Legion: Sins of an Empire saat ini tersedia untuk Playstation 4 Reg 1 (Amerika Serikat).