Game Anthem

Game Anthem

Listadicibo.web.id – Karena tidak ada alasan untuk tidak menunggu rilis, ini bisa menjadi ungkapan yang tepat untuk menjelaskan tentang Game Anthem, sebuah permainan bermain peran yang memadukan rampasan rampasan yang lahir dari tangan dingin Bioware dan EA. Dia memenangkan permainan aksi yang paling dinanti-nantikan di beberapa acara permainan raksasa selama 2018. Dia juga dikelola oleh Bioware Edmonton, pengembang seri trilogi Mass Effect, bukannya Montreal Bioware, yang sekarang telah rusak dan bergabung setelah kasus Mass Effect Andromeda . Itu juga dibangun dengan mesin Frostbite, salah satu mesin yang paling menarik dan optimal secara visual, terutama di PC. Dengan semua kombinasi yang dia suntikkan, tidak mungkin untuk tidak menunggu kehadiran Anthem dan apa yang ingin dia tawarkan.

Terlepas dari fakta bahwa dengan Frostbite Engine ia berhasil terlihat memesona dari segi visual dengan kekuatan cerita khas Bioware yang tetap menarik, game ini terasa seperti sebuah “proyek pembelajaran” bagi Bioware untuk meracik sebuah game loot shooter yang memesona. Berita buruknya? Alih-alih belajar dari Blizzard dengan Diablo 3 dan Bungie dengan Destiny, ia justru menyimpan masalah yang sempat terjadi dengan kemunculan perdana game-game tersebut. Lebih buruknya lagi? Beragam masalah teknis seperti bug dan loading time juga mengacaukan sensasi bermain yang seharusnya, menyenangkan

Baca juga : Mortal Kombat 11

Kesimpulan
Maka apa yang bisa disimpulkan dari Anthem? Bahwa untuk saat ini, ia terlihat tidak ubahnya sebuah istana pasir nan megah yang dibangun di tepi pantai. Ia terlihat begitu indah dan memesona dengan detail yang siap untuk membuat Anda jatuh hati sejak pandangan pertama, namun pada akhirnya, ia dibangun dengan pasir yang mudah retak tersampu ombak. Bentuk dan daya tariknya tidak mampu untuk membungkus banyak kelemahan yang ia miliki, bahkan di level pondasi sekalipun. Pelan tapi pasti, seiring dengan semakin banyak Anda menghabiskan waktu dengannya, Anda mulai memahami bahwa bentuknya yang megah bukanlah cermin kualitasnya yang sebenarnya. Bahwa dengan sedikit guncangan, air, dan dorongan, ia mudah runtuh. Bioware – sang peracik istana pasir ini kini berada di persimpangan jalan.

Bahwa jelas komunitas yang sudah begitu mengagumi dan mencintai istana pasir ini secara lantang terus memberikan masukan bagi sang artisan untuk membenahi dan memperkuatnya. Alasannya? Semata-mata mereka tidak ingin melihat istana pasir nan indah ini hilang tersapu ombak dengan begitu cepat. Namun untuk saat ini, sang artisan terlihat tidak banyak peduli. Tidak hanya karena pondasinya yang lemah saja, tetapi juga karena bahannya sendiri yang tidak sempurna. Ada begitu banyak kerikil besar yang tercampur dalam istana pasir tersebut, membuatnya yang sudah terlihat rapuh sejak awal semakin rapuh. Sang artisan kini tidak hanya harus bertarung melawan istananya sendiri yang mulai runtuh dan kritik para penikmatnya, tetapi juga waktu.

Berdasarkan analogi tersebut, apakah Anthem saat ini menarik untuk menghabiskan waktu dan uang Anda? Jika Anda bisa mendapatkannya via Origin Access yang harganya jauh lebih murah daripada membelinya secara satuan, tentu saja. Tetapi di sisi lain Anda tetap harus bersabar hati dan menelan semua kekecewaan yang bisa terjadi. Namun jika Anda tidak punya akses untuk itu, kami sendiri menyarankan Anda untuk menunggu. Menunggu hingga Bioware menyelesaikan masalah teknis yang ada, menunggu Bioware mengatasi masalah reward yang tidak memuaskan, menunggu Bioware memberikan roadmap konten yang lebih konsisten, dan menunggu Bioware memastikan bahwa mereka siap melakukan apa saja untuk membuat komunitas Anthem tidak tenggelam begitu saja.

Kelebihan

  • Kualitas visual memesona
  • Kelas Javelin yang unik dan berbeda
  • Sensasi menggunakan senjata memuaskan
  • Cerita lumayan keren
  • Sensasi terbang
  • OST yang cukup kuat untuk membangun atmosfer

Kekurangan

  • Penuh bug dan masalah teknis fatal
  • Loot “sampah”
  • Senjata tidak terasa kreatif
  • Reward tidak terasa memuaskan
  • Banyak konten misi yang repetitif
  • Waktu dan jumlah loading time
  • Mekanisme terbang tidak diimplementasikan banyak di sisi gameplay / strategi
  • Jangka waktu konten untuk konsep Games as Service terasa terlalu lama

Cocok untuk gamer: pencinta game dengan konsep repetitif, butuh game multiplayer untuk dimainkan bersama teman

Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan game loot-based shooter yang memuaskan, tidak sabar melihat loading screen dengan waktu yang lama

Related posts